Kamis, 24 Mei 2012

task 6 VPN dan kriptografi

1.Virtual Private Network
Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi komunikasi yang
memungkinkan untuk dapat terkoneksi ke jaringan publik dan menggunakannya untuk dapat
bergabung dengan jaringan lokal. Dengan cara tersebut maka akan didapatkan hak dan
pengaturan yang sama seperti halnya berada di dalam kantor atau LAN itu sendiri, walaupun
sebenarnya menggunakan jaringan milik publik.
VPN dapat terjadi antara dua end-system atau dua komputer atau antara dua atau lebih
jaringan yang berbeda. VPN dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi tunneling dan
enkripsi. Koneksi VPN juga dapat terjadi pada semua layer pada protocol OSI, sehingga
komunikasi menggunakan VPN dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dengan demikian,
VPN juga dapat dikategorikan sebagai infrastruktur WAN alterbatif untuk mendapatkan koneksi
point-to-point pribadi antara pengirim dan penerima. Dan dapat dilakukan dengan menggunakan
media apa saja, tanpa perlu media leased line atau frame relay.

A.Fungsi Utama Teknologi VPN
Teknologi VPN menyediakan tiga fungsi utama untuk penggunaannya. Ketiga fungsi
utama tersebut antara lain sebagai berikut.
-Confidentially (Kerahasiaan)
Dengan digunakannnya jaringan publik yang rawan pencurian data, maka teknologi
VPN menggunakan sistem kerja dengan cara mengenkripsi semua data yang lewat melauinya.
Dengan adanya teknologi enkripsi tersebut, maka kerahasiaan data dapat lebih terjaga.
Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu
sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak.
Dengan menerapkan sistem enkripsi ini, tidak ada satupun orang yang dapat mengakses dan
membaca isi jaringan data dengan mudah.
-Data Intergrity (Keutuhan data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.
-Origin Authentication (Autentikasi sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumbersumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.
-Non-repudiation
Yaitu mencegah dua perusahaan dari menyangkal bahwa mereka telah mengirim atau menerima sebuah file mengakomodasi Perubahan.
Kendali akses Menentukan siapa yang diberikan akses ke sebuah sistem atau jaringan, sebagaimana
informasi apa dan seberapa banyak seseorang dapat menerima.Perangkat VPN Pada dasarnya, semua perangkat komputer yang dilengkapi dengan fasilitas pengalamatan IP dan diinstal dengan aplikasi pembuat tunnel dan algoritma enkripsi dan dekripsi, dapat dibangun komunikasi VPN di dalamnya. Komunikasi VPN dengan tunneling dan enkripsi ini dapat dibangun antara sebuah router dengan router yang lain, antara sebuah
router dengan beberapa router, antara PC dengan server VPN concentrator, antara router atau PC dengan firewall berkemampuan VPN, dan masih banyak lagi.
B. KELEBIHAN VPN
1. jangkauan jaringan lokal yang dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat, karena proses instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat di daerahnya. Sedangkan penggunaan leased line sebagai WAN akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jalur koneksi khusus dari kantor cabang yang baru dengan perusahaan induknya. Dengan demikian penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

2. penggunaaan VPN dapat mereduksi biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan leased line sebagai cara tradisional untuk mengimplementasikan WAN. VPN dapat mengurangi biaya pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel (leased line) yang panjang. Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar. Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin meningkat pula biaya produksinya. VPN menggunakan internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut dengan pihak ISP (internet service provider) terdekat.

Media internet telah tersebar ke seluruh dunia, karena internet digunakan sebagai media komunikasi publik yang bersifat terbuka. Artinya setiap paket informasi yang dikirimkan melalui internet, dapat diakses dan diawasi bahkan dimanipulasi, oleh setiap orang yang terhubung ke internet pada setiap saat. Setiap orang berhak menggunakan internet dengan syarat dia memiliki akses ke internet. Untuk memperoleh akses ke internet, orang tersebut dapat dengan mudah pergi ke warnet (warung internet) yang sudah banyak tersebar di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperoleh komunikasi yang aman, perlu protokol tambahan yang khusus dirancang untuk mengamankan data yang dikirim melalui internet, sehingga data tersebut hanya dapat diakses oleh pihak tertentu saja.

Penggunaan VPN juga dapat mengurangi biaya telepon untuk akses jarak jauh, karena hanya dibutuhkan biaya telepon untuk panggilan ke titik akses yang ada di ISP terdekat. Pada beberapa kasus hal ini membutuhkan biaya telepon SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), namun sebagian besar kasus cukup dengan biaya telepon lokal. Berbeda dengan penggunaan leased line, semakin jauh jarak antar terminal, akan semakin mahal biaya telepon yang digunakan.

Biaya operasional perusahaan juga akan berkurang bila menggunakan VPN. Hal ini disebabkan karena pelayanan akses dial-up dilakukan oleh ISP, bukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Secara teori biaya operasional ISP yang dibebankan kepada perusahaan bisa jauh lebih kecil daripada biaya operasional akses dial-up tersebut ditanggung perusahaan itu sendiri karena biaya operasional ISP itu ditanggung bersama-sama oleh ribuan pelanggan ISP tersebut.

3. Penggunaan VPN akan meningkatkan skalabilitas. Perusahaan yang tumbuh pesat akan membutuhkan kantor cabang baru di beberapa tempat yang terhubung dengan jaringan lokal kantor pusat. Bila menggunakan leased line, penambahan satu kantor cabang membutuhkan satu jalur untuk membangun WAN. Penambahan satu kantor cabang baru lagi (dua kantor cabang) akan membutuhkan dua tambahan jalur, masing-masing ke kantor pusat dan ke kantor cabang terdahulu. Jika mereka memiliki kantor cabang yang ke-3, dibutuhkan enam jalur untuk menghubungkan semua kantor. Jika ada empat kantor cabang, maka dibutuhkan 10 jalur.
Berbeda dengan penggunaan leased line, penambahan satu kantor cabang hanya membutuhkan satu jalur, yaitu jalur yang menhubungkan kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat. Selanjutnya jalur dari ISP akan terhubung ke internet yang merupakan jaringan global. Dengan demikian penggunaan VPN untuk implementasi WAN akan menyederhanakan topologi jaringannya.

4. VPN memberi kemudahan untuk diakses dari mana saja, karena VPN terhubung ke internet. Sehingga pegawai yang mobile dapat mengakses jaringan khusus perusahaan di manapun dia berada. Selama dia bisa mendapatkan akses ke internet ke ISP terdekat, pegawai tersebut tetap dapat melakukan koneksi dengan jaringan khusus perusahaan. Hal ini tidak dapat dilakukan jika menggunakan leased line yang hanya dapat diakses pada terminal tertentu saja.

5. investasi pada VPN akan memberikan peluang kembalinya investasi tersebut (ROI = return on investment) yang lebih cepat daripada investasi pada leased line. Berdasarkan artikel “Delivering Profitable Virtual Private LAN Services – Business Case White Paper” bulan November 2003, telah dilakukan studi kasus pada kota berukuran medium di Amerika Utara. Artikel tersebut menunjukkan bahwa dengan beberapa asumsi parameter yang disimpulkan pada tabel 1, VPN dapat mengembalikan nilai investasi dalam 2.1 tahun. Bahkan dengan peningkatan penetrasi pasar dan perubahan kecenderungan pelanggan untuk menyewa bandwidth yang besar akan mempercepat jangka waktu ROI, yaitu dalam 1 tahun.

C. KEKURANGAN
1. Salah satu kekurangan dari VPN adalah fakta bahwa penggunaan atau pengaplikasiannya membutuhkan pengetahuan jaringan tingkat tinggi, dan juga harus dapat memahami berbagai macam aspek pada jaringan seperti keamanan jaringan (network security). Keamanan VPN membutuhkan password dan enkripsi data. Network address mungkin juga dapat dienkripsi untuk keamanan tambahan. Untuk menghindari masalah keamanan dan pengembangan, perencanaan (planning) yang matang dan juga tindakan pencegahan yang tepat perlu dilakukan.

2. ketersediaan (availability) dan performanya sulit untuk dikontrol. Biasanya, kecepatan VPN jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi tradisional. Seringkali, beberapa VPN bahkan tidak dapat menyediakan koneksi karena alasan tertentu. Karena beberapa alasan tertentu juga, pengguna dapat kesulitan tetap berada pada VPN dari waktu ke waktu.

D. FUNGSI VPN
1. Confidentially (Kerahasiaan)
 Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan adanya teknologi enkripsi itu, keamanan data menjadi lebih terjamin. Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak. Jadi, confidentially ini dimaksudkan agar informasi yang ditransmisikan hanya boleh diakses oleh sekelompok pengguna yang berhak.

2. Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.

3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.

E. KRITERIA YANG HARUS DIPENUHI VPN
 
1. User Authentication :VPN harus mampu mengklarifikasi identitas klien serta membatasi hak akses user sesuai dengan otoritasnya. VPN juga dituntut mampu memantau aktifitas klien tentang masalah waktu, kapan, di mana dan berapa lama seorang klien mengakses jaringan serta jenis resource yang diaksesnya.

2. Address Management :VPN
harus dapat mencantumkan addres klien pada intranet dan memastikan alamat/address tersebut tetap rahasia.
3. Data Encryption :Data yang melewati jaringan harus dibuat agar tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak atau klien yang tidak berwenang.
4. Key Management :VPN harus mampu membuat dan memperbarui encryption key untuk server dan klien.
5. Multiprotocol Support : VPN harus mampu menangani berbagai macam protokol dalam jaringan publik seperti IP, IPX dan sebagainya.


2. KRIPTOGRAFI

A.    PENGERTIAN
Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani yaitu cryptos yang berarti rahasia dan graphein yang berarti tulisan [5]. Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari penulisan secara rahasia dengan menggunakan teknik-teknik metematika.
Dalam menjaga kerahasiaan data dengan kriptografi, data sederhana yang dikirim (plainteks) diubah ke dalam bentuk data sandi (cipherteks), kemudian data sandi tersebut hanya dapat dikembalikan ke bentuk data sebenarnya hanya dengan menggunakan kunci (key) tertentu yang dimiliki oleh pihak yang sah saja. Tentunya hal ini menyebabkan pihak lain yang tidak memiliki kunci tersebut tidak akan dapat membaca data yang sebenarnya  sehingga dengan kata lain data akan tetap terjaga.
B.     TUJUAN KRIPTOGRAFI
  1. kerahasiaan (confidentiality), yaitu menjaga supaya pesan tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak
  2. integritas data (data integrity), yaitu memberikan jaminan bahwa untuk tiap bagian pesan tidak akan mengalami perubahan dari saat data dibuat/dikirim oleh pengirim sampai  dengan saat data tersebut dibuka oleh penerima data.
  3. otentikasi (authentication), yaitu berhubungan dengan identifikasi, baik mengidentifikasi kebenaran  pihak-pihak yang berkomunikasi maupun mengidentifikasi kebenaran sumber pesan
  4. nirpenyangkalan (non repudiation), yaitu memberikan cara untuk membuktikan bahwa suatu dokumen datang dari seseorang tertentu sehingga apabila ada seseorang yang mencoba mengakui memiliki dokumen tersebut, dapat dibuktikan kebenarannya dari pengakuan orang tersebut.
C.    TEORI KRIPTOGRAFI
             kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim nke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. 
             Ada beberapa prinsip yang mendasari kriptografi yakni
             - confidelity : isi pesan tetap rahasia tanpa diketahui oleh pihak ketiga. dilakukan dengan cara membuat algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami
             - data integrity : layanan yang mampu mengenali / mendeteksi adanya manipulasi data yang tidak sah
             - authentication : layanan yang berhubungan dengan identifikasi. 
             - non repudiation : layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya


UNTUK MENDOWNLOAD MATERI DIATAS KLIK SAJA LINK INI http://www.mediafire.com/?v7mm2a0096a25b5 ^_^

Jumat, 04 Mei 2012

TASK 4 (IP ADD ,Config.Routing dengan Static route)

http://www.mediafire.com/?jdl9pm3nrejg2wg



Tentukan IP address dan configure routing menggunakan static route. Ganti nama hostname menjdi NIM_Nama
Ø  Konfigurasi pada router 5302410211_A
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname 5302410211_A
5302410211_A(config)#
5302410211_A(config)#end

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
5302410171_A#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
5302410211_A#enable
5302410211_A#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
5302410211_A(config)#inter
5302410211_A(config)#interface fas
5302410211_A(config)#interface fastEthernet 0/0
5302410211_A(config-if)#ip add
5302410211_A(config-if)#ip address 172.0.1.1 255.255.255.0
5302410211_A(config-if)#exit
5302410211_A(config)#inter
5302410211_A(config)#interface fas
5302410211_A(config)#interface fastEthernet 1/0
5302410211_A(config-if)#ip add
5302410211_A(config-if)#ip address 10.11.11.2 255.255.255.252
5302410211_A(config-if)#exit
5302410211_A(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.11.11.1
5302410211_A(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
5302410211_A#copy run
5302410211_A#copy running-config start
5302410211_A#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
5302410211_A#


Ø  Konfigurasi pada router 5302410211_C
5302410211_C>enable
5302410211_C#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
5302410211_C(config)#inter
5302410211_C(config)#interface fas
5302410211_C(config)#interface fastEthernet 0/0
5302410211_C(config-if)#ip add
5302410211_C(config-if)#ip address 10.12.12.2 255.255.255.0
5302410211_C(config-if)#exit
5302410211_C(config)#inter
5302410211_C(config)#interface fas
5302410211_C(config)#interface fastEthernet 1/1
5302410211_C(config-if)#ip add
5302410211_C(config-if)#ip address 172.0.2.1 255.255.255.252
5302410211_C(config-if)#exit
5302410211_C(config)#inter
5302410211_C(config)#interface fas
5302410211_C(config)#interface fastEthernet 1/1
5302410211_C(config-if)#ip add
5302410211_C(config-if)#ip address 172.0.2.1 255.255.255.0
5302410211_C(config-if)#exit
5302410211_C(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.12.12.1
5302410211_C(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
5302410211_C#copy run
5302410211_C#copy running-config star
5302410211_C#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
5302410171_C#
Ø  Konfigurasi pada router 5302410211_B (Pusat)
5302410211_B>enable
5302410211_B#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
5302410211_B(config)#inter fas
5302410211_B(config)#inter fastEthernet 0/0
5302410211_B(config-if)#ip add
5302410211_B(config-if)#ip address 10.11.11.1 255.255.255.252
5302410211_B(config-if)#exit
5302410211_B(config)#inter
5302410211_B(config)#interface fas
5302410211_B(config)#interface fastEthernet 1/0
5302410211_B(config-if)#ip add
5302410211_B(config-if)#ip address 10.12.12.1 255.255.255.252
5302410211_B(config-if)#exit
5302410211_B(config)#inter
5302410211_B(config)#interface fas
5302410211_B(config)#interface fastEthernet 1/1
5302410211_B(config-if)#ip add
5302410211_B(config-if)#ip address 172.0.2.1 255.255.255.0
5302410211_B(config-if)#exit
5302410211_B(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.12.12.1
%Invalid next hop address (it's this router)
5302410211_B(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.12.12.1
%Invalid next hop address (it's this router)
5302410211_B(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.12.12.1
%Invalid next hop address (it's this router)
5302410211_B(config)#exit
5302410211_B#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

5302410171_B#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
5302410211_B(config)#inter
5302410211_B(config)#interface faa
5302410211_B(config)#interface fas
5302410211_B(config)#interface fastEthernet 0/0
5302410211_B(config-if)#ip add
5302410211_B(config-if)#ip address 10.11.11.1 255.255.255.252
5302410211_B(config-if)#exit
5302410211_B(config)#inter
5302410211_B(config)#interface fas
5302410211_B(config)#interface fastEthernet 1/0
5302410211_B(config-if)#ip add
5302410211_B(config-if)#ip address 10.12.12.1 255.255.255.252
5302410211_B(config-if)#exit
5302410211_B(config)#ip ro
5302410211_B(config)#ip route 172.0.1.0 255.255.255.0 10.11.11.2
5302410211_B(config)#ip route 172.0.2.0 255.255.255.0 10.12.12.1
%Invalid next hop address (it's this router)
5302410211_B(config)#ip route 172.0.2.0 255.255.255.0 10.12.12.2
5302410211_B(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
5302410211_B#copy run
5302410211_B#copy running-config star
5302410211_B#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
5302410211_B#
5302410211_B#
5302410211_B#

Ø  Printscreen pada cisco